Parenting, Zayan's Story

Zayan’s Story: Pertama Kalinya Zayan Makan Ikan

Udah lama nggak nulis tentang Zayan …

Kali ini aku mau ceritakan pengalaman pertama Zayan makan ikan goreng.

Sebelumnya sih aku mau ngasih tahu kalau Zayan itu pemilih banget dalam hal makanan. Dalam usia segini aja, 2 tahun 8 bulan, Zayan itu hampir nggak mau semua lauk. Baik itu sayur dan protein. Mulai dari telor yang paling umum di makan anak-anak sampai ayam goreng yang merupakan makanan favorit anak-anak, dan semua itu Zayan nggak mau.

Terus sehari-hari Zayan di kasih apa? Continue reading “Zayan’s Story: Pertama Kalinya Zayan Makan Ikan”

Advertisements
In My Room

Seorang Ibu Nggak Punya HAK Sakit

Tidak ada yang mudah …

Bahkan sesuatu yang terlihat mudah tidak pernah sempurna kita kerjakan.

Dari status ‘bunda’ yang aku sandang, begitu banyak sesuatu yang terlihat mudah dulunya, kini terasa sulit untuk aku lewati.

Ini hanya sekedar sharing, suatu pengalaman yang mungkin baru buatku dan bisa jadi ‘sesuatu’ ketika aku menulis dan membagikannya ke luar sana.

Sudah 6 hari aku demam. Tepatnya sih dimulai tanggal kamis, 14 juli 2017. Bahkan sekarang, ketika aku nulis ini, kondisi aku belum sehat betul. Ditambah Zayan batuk-batuk, bikin aku terjaga hampir semalaman. dan rasanya kantung mataku makin parah.

Awalnya sih demam aku parah. Seperti demam pada umumnya, badan meriang panas dingin dan semalaman itu aku nggak bisa gerak. Terlalu lemas. Tapi aku teringat Zayan. Gimana nasibnya kalau aku besok nggak sembuh?

Siapa yang mandikan Zayan?

Pakaikan pakaian Zayan?

Suapin makan Zayan?

 Antar Zayan sekolah?

Belum lagi ingat, kalau Zayan itu YA TUHAN lasaknya luar biasa. Mama nggak sanggup lagi kejar Zayan atau pakein baju Zayan kalau anak itu mulai bertingkah. Makanya aku kepikiran terus.

Continue reading “Seorang Ibu Nggak Punya HAK Sakit”

In My Room

Nolong Itu Harus Iklas

Aku bingung …

Tulisan ini termasuk menjelekan nggak ya?

Tapi menurut aku, asal nama orangnya nggak disebut dan nggak menyebutkan ciri-ciri yang mengarahkan pembaca untuk menebak siapa “tokoh utama” dalam cerita aku ini, aku rasa nggak masalah.

Apa kamu sependapat juga?

Lalu, kalau nggak aku tulis, aku nggak bisa ngebiarin ini terulang lagi.

Oke … kalian yang membaca dan kalian yang memutuskan. Apakah ini pantas aku tulis atau tidak Continue reading “Nolong Itu Harus Iklas”

Zayan's Story

Zayan’S Story: Ngantuk Mode On

20170604_134327[1]
Muhammad Zayan Fahlevi, 2 tahun 8 bulan
Postingan kali ini lebih bersifat diary tentang Zayan. Yah karena ada kejadian lucu yang aku anggap sayang aja nggak aku tulis. Selagi masih segar-segarnya dalam ingatan karena baru kejadian kemarin pagi — menjelang siang.

Pagi itu, pas sahur, tumben banget Zayan bangun jam 5 subuh. Udah aku tepuk-tepuk pantatnya, sampai nyanyiin, tapi dia nggak mau tidur lagi. Akhirnya yaudah, aku nyerah. Ngebiarin aja Zayan bangun dan gangguin aku. Lagian, pastinya kalau cepat bangun, cepat pula nanti bobok siangnya —biasanya jam 1 siang emang jatah tidur siang Zayan. Kalau Zayan cepat bobok, artinya aku juga bisa cepat istirahat.

Nah rupanya pagi menjelang siang itu, sekitar jam 10 – 11an mama rupanya ngajak ke pasar. Beli baju lebaran katanya, buat si Papa.

Waduh, udah panik ini.

Zayan seharusnya sih bobok, tapi nggak bakal bobok kalau tahu aku udah siap-siap mau pergi. Btw, jangan tanya kenapa Zayan bisa tahu aku mau pergi atau nggak. Itu anak jago banget nilai bundanya udah cakep aja mau jalan-jalan gaet berondong haha *becanda becanda

Intinya, Zayan itu tahu aja kalau aku udah mau pergi. Entah kenapa, nggak tahu.

Alhasil, aku bobokin nggak mau

Aku bikin susu, nggak tidur-tidur juga

Aku nyanyi, juga nggak mempan (biasanya emang nggak mempan sih, maklum bukan Krisdayanti yang nyanyi) Continue reading “Zayan’S Story: Ngantuk Mode On”

In My Room

Review Film: Definitely Maybe

MV5BMTc1Mzc1ODMxMF5BMl5BanBnXkFtZTcwNDY1MzU1MQ@@._V1_

SPOILER PARAH!!!

Apakah aku terlalu telat untuk menulis pendapat aku tentang film ini? Karena film Definitely Maybe ini tayang tahun 2008, itu artinya sekitar 9 tahun lalu.

Kalau iya, abaikan saja .

Kalau tidak, silahkan lanjutkan membaca

Film ini direkomendasikan seorang teman. Aku memang lagi butuh, katakanlah semacam pengalih perhatian dari beberapa hal yang mengusik pikiran aku. Makanya saat aku butuh hiburan dengan menonton komedi romantis (percayalah, aku nggak pernah nonton film dengan genre ini seumur hidup) aku langsung menikmatinya sampai selesai.

Hasilnya?

Aku cukup menyukainya, walaupun hampir saja berhenti di tengah jalan. Dan ini karena satu adegan, lebih tepatnya dialog yang bikin aku bertahan sama film ini.

Well, seperti biasa aku bakal spoiler habis-habisan. Jadi hentikan membaca saat kamu ingin berniat menonton film ini. Continue reading “Review Film: Definitely Maybe”