In My Room

Review Film: Definitely Maybe

MV5BMTc1Mzc1ODMxMF5BMl5BanBnXkFtZTcwNDY1MzU1MQ@@._V1_

SPOILER PARAH!!!

Apakah aku terlalu telat untuk menulis pendapat aku tentang film ini? Karena film Definitely Maybe ini tayang tahun 2008, itu artinya sekitar 9 tahun lalu.

Kalau iya, abaikan saja .

Kalau tidak, silahkan lanjutkan membaca

Film ini direkomendasikan seorang teman. Aku memang lagi butuh, katakanlah semacam pengalih perhatian dari beberapa hal yang mengusik pikiran aku. Makanya saat aku butuh hiburan dengan menonton komedi romantis (percayalah, aku nggak pernah nonton film dengan genre ini seumur hidup) aku langsung menikmatinya sampai selesai.

Hasilnya?

Aku cukup menyukainya, walaupun hampir saja berhenti di tengah jalan. Dan ini karena satu adegan, lebih tepatnya dialog yang bikin aku bertahan sama film ini.

Well, seperti biasa aku bakal spoiler habis-habisan. Jadi hentikan membaca saat kamu ingin berniat menonton film ini.

Sinopsis

Film ini dibuka dengan kehebohan para orangtua saat tahu anak-anak mereka belajar tentang seks di sekolah. Padahal usia anak-anak tersebut belum menginjak 12 tahun. Beragam ekspresi dan tanggapan terdengar. Ada orangtua yang histeris, dan ada juga anaknya yang histeris. Mungkin sang anak jadi tahu gimana proses terbentuknya dia ^^

Will Hayes (Ryan Reynold), yang juga kaget, menemukan anak perempuannya, Maya (Abigail Breslin) malah terlihat tenang-tenang aja. Tapi tidak setenang itu juga, Maya mulai mencerocos gimana proses hubungan intim yang disela oleh Will di berbagai kesempatan. Belum lagi Maya yang tidak mensensor bagian-bagian tubuh yang digunakan dalam proses reproduksi tersebut.

Dan entah bagaimana, dari percakapan tersebut, Maya ingin mengetahui bagaimana ayah dan ibunya bisa saling mencintai hingga memiliki anak. Dan kenapa pada akhirnya mereka harus bercerai. Will kesulitan menjawabnya. Maya yang berkeras, membuat Will mengalah.

Dan dongeng sebelum tidur dimulai ….

Sebelumnya, Will sudah memperingatkan kalau kisahnya complicated, dan yah kalian sendiri yang akan menentukan serumit apa kisah Will.

Dan peringatan kedua, Will menyamarkan nama perempuan-perempuan itu dan membuat Maya, dan juga penonton menebak siapa istri Will sebenarnya.

Saat kuliah, Will memulai hubungan serius dengan seorang wanita beranama Emily (Elizabeth Banks ). Ia lalu pindah ke New York untuk bekerja sebagai Konsultan Politik. Dan sebelum pergi, Emily menitipkan paket untuk Will berikan kepada Summer Hartley (Rachel Weisz), teman karib Emily. Sepanjang hari, sepanjang malam, Will penasaran dengan isi paket yang dititipkan emily padanya. Butuh beberapa hari sebelum ia bisa memberikannya kepada Summer. Sampai suatu malam, teman sekamar Will memaksa membuka paket tersebut dan terbacalah rahasia Emily dan Summer yang mereka lakukan. Salah satu yang paling mengagetkan adalah Emily dan Summer pernah berciuman dan melakukan hal gila lainnya. Akhirnya, Will menemui Summer dan menemukan bahwa Summer sangat cantik dan memiliki pacar yang lebih tua beberapa puluh tahun darinya, seorang Prof. Sebelum Will pulang, Summer memberikan ciuman penuh damba pada Will. Setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi dan yah Will melanjutkan hidup untuk setia pada Emily. Hidupnya fokus pada Emily dan ia tidak berencana untuk merusak itu dengan tergoda pada godaan Summer.

Will juga bertemu April (Isla Fisher), gadis fotocopy yang memiliki pengetahuan dan cara pikir yang menarik tentang politik. Pertemuan yang dimulai dengan perdebatan karena memiliki pendapat yang bertentangan dengan Will, menjadikan mereka teman ngobrol. Dan suatu malam, saat April ditinggal kekasihnya untuk nonton konser di luar kota, April dan Will mengobrol dan cukup lama dan mereka menghabiskan waktu semalaman untuk bercerita. Salah satu bagian cukup penting adalah buku Jane Eyre milik April. Kisah di balik ia mengoleksi semua karya Jane Eyre sangat menyedihkan. Mereka lanjut ngobrol dan minum sampai mereka terbawa suasana, Will mencium April dan mereka berhenti di saat yang tepat. Sebelum terjadi ketegangan. Keesokan harinya Will menemukan Emily sedang berjalan ke apartemennya.

Will lari dan lari supaya bisa melamar Emily sesuai dengan rencananya. Sayangnya, ketika kata-kata lamaran sudah hampir keluar dari bibir Will, Emily yang emang baik hati atau merasa bersalah, mengatakan kalau dia udah tidur dengan teman Will.

WTF!!!

 Will patah hati. JELAS banget. Dia udah berusaha setia dengan mengabaikan gadis-gadis cantik demi membangun masa depan dengan gadis yang ia cintai.

Maya mencoret Emily dari daftar calon ibunya.

Kandidat “misteri” ibu Maya tinggal April dan Summer.

April memutuskan untuk berwisata dan menjadi teman pena bagi Will.

Summer dipertemukan lagi dengan Will di sebuah acara peluncuran buku tebaru prof. Yang sekarang menjadi mantan Summer. Dan tidak butuh waktu lama bagi Will dan Summer untuk dekat, tidur bersama, dan pacaran. Ditambah pekerjaan mereka saling mengimbangi dan saling membutuhkan. Summer meyakinkan Will bahwa Will adalah laki-laki yang tepat untuknya, dan Will yang serius dengan hubungan ini ingin berkomitmen, membangun rumah tangga.

April kembali. Dengan senyum bahagia dia kembali dari wisatanya. Ia lebih ceria dan sangat bersemangat. Dan adegan ini lah yang bikin aku bertahan untuk nonton film ini sampai selesai.

April dan Will mengobrol sambil berjalan, dan Will mengatakan ingin mengambil sesuatu. Saat April bercerita, dia akan mengatakan isi hatinya pada Will, dan bertepatan dengan kotak cincin yang disodorkan pegawai toko tersebut.

April marah. Disini aku lihat dia marahnya karena Will sengaja menyembunyikan bahwa ia sedang jatuh cinta sehingga membiarkan April mencintai Will dari jarak jauh. Dan paling menyedihkan adalah alasan kepulangan April adalah ia ingin memberi tahu bahwa ia mencintai Will yang tidak pernah berhasil ia ucapkan.

Entah kenapa bagian ini paling bikin terenyuh. Apalagi saat April dengan lapang dada berbahagia untuk Will.

Will mendapat hukuman (sebutan dari aku karena dia udah menyakiti April) berupa Summer. Summer atas hasutan mantannya, prof. Tua yang nggak tahu diri itu, membuat artikel yang menentang dan membocorkan keburukan calon presiden yang merupakan kliennya. Bisa dibayangkan, hubungan mereka hancur. Karir Will hancur. Teman-teman Will menjauhinya. Dan tidak ada satupun yang tersisa dari apa yang udah ia bangun susah payah di New York.

Beberapa tahun terpuruk, April menghubungi Will. Bagian ini jadi favorit aku juga. Di sini, akting mereka jelas banget menampakan kerinduan. April yang merindukan Will sebagai laki-laki yang dicintai, Will merindukan April sebagai sahabat wanitanya. April memutuskan akan kuliah lagi. Dan mereka mulai berhubungan melalui email. Mereka kembali menjadi teman cerita dan teman yang mendengarkan. Mereka memutuskan bertemu, dan Will memancing percakapan apakah April sudah memiliki teman kencan. April menjawab sudah, bernama Kevin. Will patah hati. Sangat-sangat-sangat patah hati.

Adegan selanjutnya adalah April menyeret Will dari tidurnya untuk menghadiri acara ulangtahun yang disiapkan April. Will kabur dari acara tersebut dan malah mabuk di depan pintu rumah April. Dia menyatakan cinta pada April yang ditolak April mentah-mentah. Alasannya,karena April maunya Will menyatakan cinta dalam keadaan normal, bukannya mabuk. Ditambah Will mengatakan hal-hal yang menyakitkan April.

Saat berjalan-jalan Will melihat buku Jane milik April ada ditoko buku, membelinya lalu berniat mengembalikan. Saat ia ke apartemen April dia melihat Kevin, cowok ganteng dengan rambut gondrong. Will patah hati lagi dan meninggalkan apartemen April tanpa pernah mengembalikan buku itu.

Will bertemu lagi dengan summer. Dan ia meminta Will hadir ke pestanya, di sana ia bertemu Emily dan memulai lagi kehidupannya dari awal bersama Emily.

Maya berhasi menebak, Emily adalah ibunya. Yang bernama asli Sarah …

Maya yang keras kepala, tidak ingin cerita berhenti. Tapi ia benci perceraian ayah dan ibunya yang tidak bisa dihindari. Pernikahan mereka beberapa tahun tidak berhasil mereka pertahankan.

KISAH BELUM BERAKHIR …

Will masih menyimpan buku milik April dan Maya ngotot ingin ayahnya mengembalikan buku tersebut dan ingin kisah percintaan ayahnya benar-benar berakhir. Maya entah bagaimana bisa menebak, bahwa ayahnya tidak bisa berhenti mencintai April. Karena hanya April yang namanya tidak diubah di dalam “dongeng” tersebut. Dan Maya yang aslinya keras kepala, kekeuh memaksa ayahnya menemui April dan mengakui cintanya.

Dan yah, kisah berakhir dengan indah. April yang mulanya tidak memaafkan Will, luluh dengan kalimat (kurang lebih gini) dia sengaja menyimpan buku itu bertahun-tahun lamanya karena hanya itu satu-satunya benda milik April yang ia punya.Dan ia nggak siap kehilangannya.

Sumpah bagian ini bikin merinding. Itu manis sekaligus nggak lebay. Memang awal-awalnya aku hampir nyerah karena nggak penting banget kayaknya aku nonton kisah percintaan Will yang gagal dua kali oleh wanita yang mengkhianatinya.  Tapi adegan di tengah-tengah itu berhasil bikin aku bertahan. Dan yang bikin film ini asik adalah, isinya nggak tentang cinta. Kita diajak buat ngerti gimana sih sebenarnya kerjaan Konsultan Politik itu. Intinya setelah nonton film ini nggak hanya baper, tapi ada ilmu yang nyangkut di kepala hehe

Dari kisah ini, aku mengambil kesimpulan kalau cinta punya skenario sendiri untuk menyatukan pasangan saling mencinta. Seperti kutian Tere Liye (tengok di goodreads) tentang perpisahan “Lepaskanlah. Maka besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. – Rindu, Tere Liye”

Yah, Will dan April sempat dipisahkan oleh cinta tapi dipersatukan dengan cara mengagumkan.

Kalau kamu belum pernah nonton film ini, aku rekomendasikan sekali.

Selamat menonton ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s