Zayan's Story

Zayan’s Story: Toilet Training #2

Baca Toilet Training #1

Dalam tahap toilet training, Zayan udah mengalami banyak sekali perubahan. Tapi masih dalam sebatas buang air kecil alias pipis. Kalau di awal-awal, Zayan masih harus dipakein diapers ketika mau bepergian, sekarang nggak perlu lagi. Setiap kali mau pipis Zayan pasti ngomong, “ayo pipis.” Atau “adek pipis.” Aduh gemesin banget waktu Zayan ngomong dua kata itu. Pengen ciumin sampai tepos pipinya.

Beberapa kali bepergian, dalam dua minggu terakhir ini, aku udah nggak pakain Zayan diapers. Contoh aja kemarin pas aku ke atm di SPBU dekat rumah, zayan mau pipis dan dia ngajakin mama buat nemenin dia pipis. Terus pas malam minggu kemarin, aku ngajakin Zayan ke warung kopi, pas mau pulang (zayan kebanyakan minum) dia minta pipis dan di antarin ayahnya ke kamar mandi. Pokoknya sekarang nggak repot, diapers Zayan mendadak hemat buannngget. Bulan ini Cuma beli 3 bungkus yang isi 20 pcs.

Tapi ada kejadian sekali, kita lagi di luar , entah dimana aku lupa, dan nggak ada kamar mandi atau pun tempat yang bisa kita tumpangi kamar mandi. Zayan yang sesak pipis, di ajakin ayahnya agak menjauh dari keramaian dan pipis. Intinya sih, Zayan nggak pipis di depan orang banyak. Itu aja dulu ….

Untuk ngajarnya sih nggak ada perubahan. Aku tetap konsisten seperti pertama kali aku ngajarin dia. Selalu ajakin pipis (aku memilih dua jam sekali) di kamar mandi.

Harus di kamar mandi?

Menurut aku harus. Karena kebiasaan baik itu harus di ajarin dari kecil, ketika gede nanti bakal susah di ubah. Suka pipis sembarangan, dimana kebelet, di situ langsung pipis. Aku nggak mau (dan aku berusaha supaya tidak terjadi) Zayan pipis di luar sembarangan. Misalnya di depan rumah atau pun di halaman rumah. Karena kelihatannya jelek banget kan kalau lihat anak kecil pipis di depan rumah. Itu menurut aku, nggak tau menurut orang lain.

Kekhawatiran aku yang lainnya adalah bedanya pendapat antara aku dan mama. Mama sering bilang, “yang penting dia mau pipis dulu, nggak penting mau pipis di luar rumah atau di kamar mandi.” Kalau Zayan lagi sama mama, mama suka ngajarin Zayan buat pipis di luar rumah, misalnya di halaman rumah dan di tempat terbuka lainnya. Memang masih dalam lingkungan rumah sendiri, tapi ngelihatnya rasanya nggak enak gitu. Aku nggak setuju. Sangat-sangat nggak setuju dengan cara kayak gitu, maka dari itu daripada aku harus berdebat sama mama sendiri, aku lebih suka mengambil alih seorang diri untuk ngajarin Zayan pipis di kamar mandi. Dan hasilnya, aku puas dengan hasil ajaran aku ke Zayan.

Sebagai catatan, kalau kalian yang sering berbeda pendapat dengan ibu kalian dalam mengurus bayi, coba dch jangan dilawan atau dibantah, kalau memang nggak senang dengan cara ibu kalian merawat bayi kalian, silahkan ambil alih sendiri menjaga bayinya, dengan catatan yang perlu digaris bawahi, kalian harus benar-benar paham apa yang kalian lakukan, dan benar-benar yakin sama apa yang kalian kerjakan. Jadi misalnya ada “kesalahan” kalian jangan sampai terguncang atau merasa “harusnya kemarin aku nurut aja kali ya sama mama.”

Aku sih lebih suka kalau ada komunikasi antara ibu dan anak bagaimana mengurus bayi. Bagaimana pun mama adalah orang yang sudah pengalaman, tapi jangan lupakan kita juga punya cara sendiri bagaimana caranya membesarkan bayi. Menurut aku,ketika seorang cewek udah jadi ibu, mereka punya naluri sendiri bagaimana cara mengajarkan yang terbaik buat anak-anaknya. Dan gabungan pengalaman mama + naluri keibuan kita, aku yakin hasilnya akan memuaskan. Tapi, kayaknya, kasus kayak gini jarang ada. Biasanya mama lebih suka memaksakan bahwa cara mereka lebih benar daripada cara kita.

Aku aja sendiri, hampir semua yang mama bilang nggak aku setujui. Tapi balik lagi dengan kalimat di atas. Ambil alih dan tau resikonya sendiri.

Balik lagi ke Toilet Training Zayan

Selain pipis, untuk BAB aku belum punya solusi yang tepat untuk ngajarin Zayan mau BAB di toilet. Entah kenapa dia takut kalau disuruh jongkok di atas toilet. Alhasil lebih sering di lantai kamar mandi. Dan itu pun udah lumayan, lebih gampang bersihkannya. Daripada BAB di lantai rumah? Mending mana …

Sekarang ini, yang aku lakuin kalau Zayan udah mulai gelisah pengen BAB, aku ajakin dia ke atas lobang toilet. Walaupun awalnya nangis, dan nggak mau, yang penting dia udah tahu dulu, kalau BAB harus di atas lobang toilet. Urusan ntar dia BAB di lantai kamar mandi, itu urusan belakangan.

Ingat, jangan dipaksa.

Anak-anak seusia itu harus dibiasakan, bukan dipaksakan.

Gimana menurut Bunda?

Muhammad Zayan Fahlevi

2 Tahun, 5 bulan, 27 hari

~~~

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s