In My Room

Eccedentesiast: Lihai Menyembunyikan Rasa Sakit di Balik Senyum

moka_media-1490371933253
Credit: moka_media

Eccedentesiast adalah istilah untuk seseorang yang menyembunyikan rasa sakit mereka di balik senyumnya.

Pas Moka Media ngeshare ini di akun instagram mereka, aku langsung kepikiran buat save gambar ini dan pengen bikin tulisan pendek tentang Eccedentesiast juga.

Kenapa?

Karena Eccedentesiast ini identik sekali dengan cewek. Dan aku juga nggak akan menampik, kalau aku pun merasa menjadi seorang Eccedentesiast.Makanya cewek itu suka sensian atau suka beubah-ubah moodnya. Penyebabnya ya karena itu dia. Masalah yang ia coba pendam sendiri bikin nggak sehat buat dirinya sendiri. Makanya senyum di wajahnya hanya sebagai topeng untuk menutupi masalahnya.

Cewek itu lebih suka berbagi kebahagian daripada kesedihan. Itulah sebabnya kalau cewek udah ngumpul dengan sahabat ceweknya—yang terkadang rame buanget—mereka akan lebih banyak tertawa daripada terlihat sedih atau memikirkan masalah mereka. Coba dech perhatikan cewek yang lagi ngumpul, mereka bisa ngobrol berjam-jam tanpa berhenti dengan tema yang lompat-lompat.

Di dalam obrolan mereka semua hal bisa dibahas. Meski aku cewek, aku nggak akan bisa memprediksi atau menebak obrolan apa yang akan dijadikan bahan diskusi cewek. Atau hal-hal apa aja yang mereka bicarakan. Tapi kalau aku secara pribadi, aku lebih suka ngomongin yang kita suka, yang bikin bahagia. Misalnya aja, ngomongin idol kpop kesayangan udah ngeluarin album baru. Mereka udah comeback dan album mereka laku keras sampai dapat penghargaan di Melon atau MAMA. Atau bisa nge-galau bareng karena idol kpop kesayangan mau nikah atau udah punya pacar. Walaupun ceritanya galau, tapi tetap bikin happy dan fun aja. Intinya sih, kalau rame-rame, cewek itu anti baper atau sedih lah.

Eh tapi ada sih, kejadian kalau lagi rame-rame malah sedih. Pas lagi nonton romance yang salah satu tokoh utama di endingnya harus mati, atau berpisah dari pasangannya haha ~~ aku selalu lucu kalau ngebayangin skenario ini. Soalnya aku dan dua temanku, Indah Sekar Wangi & Nanda Khairunnisa , nggak pernah nangis karena nonton film atau apa pun. Nangis bareng kalau memang betul-betul ada yang sedih.

Terus gimana kalau cewek merasa sedih, apa nggak ada mereka pengen cerita?

Ada keinginan buat mereka cerita, tapi beberapa kayak Eccedentesiast ini, mereka cenderung bermuka dua (bukan dalam arti jelek haha~~) di depannya pasang wajah bahagia, tapi di hati mereka lagi sembunyi masalah sebesar gunung. Yang bahkan dia sendiri yakin dan tahu kalau mereka nggak akan bisa pikul itu sendirian aja.

Cewek itu selalu pandai menyimpan luka. Dan ketika ada seseorang yang meniup luka itu, membuatnya mengering lalu sembuh, maka kamu akan berhasil menjadi teman yang ia percayai untuk berbagi rasa sakit itu.

Kalau seseorang yang ia percayai itu cewek, maka cewek itu akan menjadi satu-satunya teman dimana ia bisa curhat. Makanya jangan heran, walaupun cewek itu punya teman segudang, tapi mereka tetap punya satu orang yang ia percayai. Sahabat sejatinya.

Kalau seseorang yang ia percayai itu cowok, SELAMAT!! Kamu bukan hanya jadi orang yang ia percayai, tapi kamu udah berhasil merebut hati sang cewek. Nggak peduli walaupun saat itu sang cewek sedang menyukai cowok lain, jamin dch dia pasti punya hati sama kamu, meski dia sendiri nggak mau mengakui perasaan itu. Dari sini timbul masalah baru sebenarnya haha ~~ cewek yang sedang (mulai) jatuh cinta sama si sahabat cowok ini, nggak bakal bilang sama si cowok tersebut. Yang ujung-ujungnya, si cewek malah balik lagi menjadi Eccedentesiast. Makanya aku selalu ngerasa kalau Eccedentesiast identik dengan cewek.

Eh tapi bukan artinya, cowok nggak bisa disebut sebagai Eccedentesiast juga.

Tanpa kita ketahui, mungkin malah mereka lebih jago menyembunyikan masalah. Lebih pandai menutupi jejak kesedihan di raut wajah mereka. Lebih jago mengatasi rasa sakit tanpa satu orang pun yang tahu.

Kalau menurut kamu gimana?

PS: Karena aku bukan cowok, aku nggak nulis bagian cowoknya hehe ~~

Advertisements

2 thoughts on “Eccedentesiast: Lihai Menyembunyikan Rasa Sakit di Balik Senyum”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s