In My Room

Nyctophilia

Tulisan ini aku bikin setelah ngobrol singkat dengan Nanda Khairunnisa. Teman kuliah yang hampir nggak pernah ketemu lagi. Setahun sekali aja, pas momen lebaran aja belum tentu ketemu. Habisnya dia pindah ke Jakarta ikut suaminya hiks hiks …

Ada ucapan dia gini “Itulah jangan asik nge-blogger aja.”

Aku udah pasti ketawa bacanya. Seolah-olah dia nuduh jadi seorang blogger itu adalah kesalahan, kurang kerjaan atau sesuatu yang kedengarannya menjadi blogger adalah hal negatif (percaya sama aku. Nanda itu tipe yang hanya dengan kata-katanya bisa membuat perasaan orang bersalah. Tipe kalimat-kalimat emak-emak yang suka marahin anaknya) Eh Sorry Nda.. itu pujiannya bukan hinaan wkwkwk

Dan aku berkilah, kalau aku nge-blog itu pas tengah malam.

Alasannya banyak.

Malam adalah dimana aku bebas dari tangan usil Zayan

Malam adalah dimana ide melintas tanpa permisi

Malam adalah dimana semua kenangan melebur menjadi satu

Malam adalah dimana aku bisa merindukan seseorang tanpa perlu bertemu

Malam adalah mesin waktu yang bisa membuat aku kembali ke masa-masa dulu.

Malam adalah sahabat yang akan terus mendatangi pengagumnya dan tidak akan pernah meninggalkannya atau pun melupakannya.

0f9b31ac9c8578f6eea98c39a6f245c2

Bagi aku malam adalah “Me Time” dan sejak rutinitas nge-blog ini aku jadi begitu menyukai malam.

Ketenangan malam bikin aku lupa semua rasa ngantuk.

Terus aku cari tahu ada nggak istilah keren buat rasa candu ini. Trus aku ketemu sama istilah Nyctophilia

nyctophilia-n-love-of-darkness-or-night-finding-relaxation-or-13942830

Pengertian dari Nyctophilia itu tepat sekali untuk aku. Aku nggak punya ungkapan yang lebih bagus daripada pengertian di gambar tersebut. Tanpa aku sadari, aku sudah menjadi pengagum malam hampir dua tahun. Meski aku ngantuk, aku pasti akan terbangun di tengah malam dan menikmati suasananya sejenak. Walaupun akhirnya aku tidur lagi, tapi aku nggak bisa lepas dari malam.

Aku nggak takut gelap. Bahkan kalau mati lampu, aku lebih suka nggak pasang lilin. Aku suka berdiam diri di dalam gelap. Rasanya benar-benar nyaman. Kayak ada seseorang yang duduk di sebelah aku dan memeluk aku. Kayak gitulah rasa nyaman yang aku dapatin dari malam.

Malam juga menjadi sesuatu yang mistis bagi aku. Aku bisa teringat sama seseorang dan menangis karena merindukannya. Aku bisa menulis berbagai hal ketika malam sudah semakin larut. Aku bisa merangkai skenario apa yang akan aku lakukan esok harinya. Pokoknya aku bisa ngerasain apa yang nggak bisa aku rasain saat di siang hari.

Well, nggak salah kan kalau aku menyebut diriku sebagai Nyctophilia?

♥♥♥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s