Zayan's Story

Zayan’s Story: Toilet Training #1

Kan wp ini niatnya sebagai ganti diary—diary yang layak dikonsumsi umum— jadi yah mungkin aku bakal tulis sesuatu yang menarik di dalamnya atau bahkan bisa jadi nggak menarik sama sekali. Karena aku bikin wp ini bukan untuk secara khusus menarik pembaca. Syukur-syukur kalau dibaca, trus suka. Nggak suka, juga nggak masalah.

Hari ini mau cerita tentang toilet training Zayan. Karena aku perhatikan, Zayan udah nggak perlu disuruh lagi ke kamar mandi,untuk buang air kecil. Usianya udah 2 tahun, 5 bulan dan seharusnya usia dia itu nggak usah dipakein diapers lagi. Banyak anak-anak yang lebih muda dari Zayan udah dibiasakan nggak pakai diapers lagi, selain lebih hemat duit tentunya haha … tapi bener lho, untuk diapers Zayan aja aku bisa habisin 500-700ribu per bulan, belum lagi susunya. Jadi lebih bagus anak-anak diajarin toilet training sejak dini, bagus buat dompet orang tuanya juga.

Untuk Zayan, aku nggak pakai teori dari google atau konsultasi ke dokter anak. Karena menurut aku, untuk latihan semacam ini nggak perlu dokter ahli buat nanganinnya. Cukup ketekunan orang tuanya aja.

Kalau aku Cuma pakai nasihat orang tua aja. Satu atau dua jam sekali, buka celana Zayan dan ajak ke kamar mandi. Tungguin sampai dia benar-benar buang air. Trus kalau udah selesai, baru dipakein celananya lagi. Dan ulangi itu sampai beberapa kali.

Awal-awalnya repot.

Biasanya pagi-pagi udah aku mandikan dan pakai baju rapi, diapersnya nggak lupa.Niatnya biar Zayan cakepnya awet sampai siang ^^  Trus pas lagi progam toilet training ini, Zayan bolak balik pipis di lantai. Capek, udah pasti. Karena harus di pel berkali-kali. Paling nggak kuat itu kalau pipisnya di tempat tidur dan musim hujan pula. Mau dijemur dimana coba? Pernah sih hampir nyerah dan makein diapers lagi, tapi yah singkat cerita pokoknya aku berhasil melalui masa-masa itu

Hasilnya?

Dalam sebulan, Zayan udah bisa ke kamar mandi sendiri dan buka celana, atau paling nggak Zayan lapor dulu kalau mau pipis, jadi aku bisa bukain celananya dan ajakin ke kamar mandi. Menurut aku itu lumayan cepat ya, tapi nggak tahu juga dengan anak orang lain, siapa tau ada yang lebih cepat belajarnya.

Sekarang masih juga pakai diapers, tapi kalau mau tidur atau di ajak pergi jauh. Soalnya Zayan suka “lupa” lapor kalau mau pipis, dan lebih sering pipis di celana kalau lagi jalan-jalan. Tapi dari situ aja, aku udah bisa hemat diapers-nya lho.

Dulu, sebulan bisa sampai 6-7 kantong (bahkan lebih) isi 20/kantong dan coba dikalikan dengan harga sekitar 70ribuan per kantongnya. Nah sekarang bisa beli 4 aja. Jauh hematnya kan? Bisa nambah tabungan Zayan juga.

Disini yang diutamakan, kedisiplinan dan ketekunan dimana orangtuanya sendiri yang lebih paham bagaimana memulai bersama anaknya. Bisa jadi dengan bujukan, atau apa lah. Karena tiap anak itu kan unik, nggak perlu orang lain yang mengatur bagaimana anak kita di ajarkan. Saran boleh di dengar, tapi tetap orang tua paling paham.

Dan PR selanjutnya adalah ajarin Zayan Buang Air Besar di toilet. Soalnya ia masih takut jongkok di toilet ^^

IMG20170101195027

Muhammad Zayan Fahlevi

2 tahun, 5 bulan

Advertisements

1 thought on “Zayan’s Story: Toilet Training #1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s